Rumah Sakit Pelamonia dinyatakan lulus penilaian Komite Akreditasi RS Kementerian Kesehatan yang digelar Juli lalu. RS binaan Komando Daerah (Kodam) VII/Wirabuana ini dinyatakan berhak menyandang akreditasi untuk 16 jenis pelayanan kesehatan yang ada.
Penyerahan sertifikat akreditasi dilakukan Direktur Kesehatan (Dirkes) Direktorat Jenderal Kekuatan dan Pertahanan (Kuathan) Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Dr Harry Yusmanadi kepada Pangdam VII/Wirabuana yang diwakili Dirkes Brigjen TNI Hari Mulyono di Makassar, kemarin.
Akreditasi 16 pelayanan tersebut meliputi pelayanan administrasi dan manajemen, medik, gawat darurat, keperawatan, rekam medik, farmasi, keselamatan kerja, kebakaran, kewaspadaan bencana, radiologi, laboratorium, kamar operasi, pengendalian infeksi, perinatal risiko tinggi, rehabilitasi medik, gizi, dan intensif, serta darah.
Akreditasi ini mengantarkan RS tingkat II Pelamonia berada di jajaran kelas atas RS di bawah naungan TNI setingkat dengan RSP Gatot Subroto Jakarta dan RS Dustira Kesdam III Siliwangi di Bandung. “Seluruh RS tingkat II dan tingkat IV di wilayah Kodam VII terakreditasi penuh,hanya ada dua Kesdam Kodam terakreditasi penuh, yakni Wirabuana dan Siliwangi,”ucap Harry Yusmanadi yang juga mantan Kepala Dirkes Kodam VII/Wirabuana.
Selain sertifikat 16 pelayanan untuk RS Pelamonia, dia juga menyerahkan sertifikat akreditasi untuk lima jenis pelayanan di RS tingkat IV DR Sumantri Kota Parepare. Enam RS di bawah naungan Kodam VII/Wirabuana telah terakreditasi,yakni RS tingkat II di Makassar,RS tingkat III di Manado,dan empat RS tingkat IV,yakni di Palu,Kendari,Parepare, dan Bone.
“Ini prestasi luar biasa melampaui 12 layanan. Dari 130 RS di TNI yang terakreditasi hanya 64. Bahkan masih ada tingkat II yang belum terakreditasi,” katanya. Dia juga mengingatkan Kesdam Wirabuana mempertahankan prestasi tersebut dengan menggalakkan pendidikan spesialisasi dokter untuk mendapatkan akreditasi A, setingkat dengan RS di bawah naungan Kementerian Kesehatan.
Untuk mendapatkan status itu, sistem pendidikan yang akan menjadi tujuan penting memenuhi syarat, lima dokter spesialis maupun subspesialis. Ada 202 jatah pendidikan dokter spesialis dari Kementerian Kesehatan bagi dokter yang bernaung di bawah RS binaan TNI. Sementara itu, Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Muhamad Nisam dalam sambutannya yang dibacakan, Arry Yusmanandi mengharapkan status akreditasi yang diperoleh berimbas pada peningkatan kualitas pelayanan.
Kontak
2 hari yang lalu
0 komentar:
Poskan Komentar